KUDUS, Kaifanews — Upaya memperkuat Situs Patiayam di Kabupaten Kudus
sebagai bagian penting dari warisan peradaban sekaligus sumber
pengetahuan terus dilakukan. Hal itu mengemuka dalam Forum Diskusi
Aktual Berbangsa dan Bernegara MPR RI bertema “Ilmu Pengetahuan, Warisan
Peradaban, dan Masa Depan Indonesia: Patiayam sebagai Laboratorium
Kebangsaan” di Situs Ngasinan, Patiayam, Jekulo, Kudus pada Sabtu, 15
Agustus 2026.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan komitmen untuk terus mendorong pelestarian dan pengembangan Situs Patiayam. Pemkab Kudus saat ini mengawal proses pengusulan Patiayam setelah sebelumnya ditetapkan sebagai cagar budaya daerah pada Desember 2025.
Sam’ani mengatakan, status tersebut menjadi langkah awal untuk membawa Patiayam ke tingkat yang lebih tinggi, mulai dari cagar budaya provinsi hingga nantinya diupayakan menjadi cagar budaya nasional. “Ini sangat menarik. Gunung Muria punya sejarah yang terpisah dari Jawa dan di dalamnya terdapat keanekaragaman hayati yang sangat luar biasa. Ini sangat menarik untuk edukasi, geopark, termasuk sebagai pembelajaran kita semuanya,” kata Sam’ani. Menurutnya, Pemkab Kudus akan proaktif melakukan berbagai langkah untuk mempercepat proses pengusulan tersebut. Koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga akan dilakukan agar kajian dan penilaian terhadap kawasan agar dapat segera berjalan.
“Kami dari Pemkab akan proaktif untuk bisa menjadi situs nasional. Termasuk nanti kami koordinasi dengan Pak Gubernur, mungkin dari timnya nanti melihat di sini dan memang layak untuk menjadi cagar budaya provinsi, nanti naik menjadi cagar budaya nasional,” ujarnya.
Sam’ani menilai wilayah terdebut memiliki nilai penting yang tidak hanya berkaitan dengan sejarah dan temuan arkeologi. Kawasan tersebut juga menyimpan potensi pengetahuan mengenai lingkungan, keanekaragaman hayati, hingga sejarah perkembangan kawasan Muria. Potensi tersebut dinilai dapat dikembangkan menjadi ruang edukasi yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Selain mendorong peningkatan status, Pemkab Kudus juga menyiapkan penataan kawasan Museum Patiayam. Perbaikan lingkungan sekitar museum dan akses jalan setapak menjadi bagian yang akan dilakukan pemerintah daerah. “Pemkab akan membuat jalan setapak, termasuk lingkungan di sekitar Museum Patiayam,” jelas Sam’ani.
Sementara untuk perbaikan gedung Museum Patiayam, Sam’ani menyebut penanganannya akan dikoordinasikan dengan Kementerian terkait. Dengan berbagai langkah tersebut, diharapkan semakin mudah diakses dan dikenal masyarakat sebagai kawasan yang memiliki nilai sejarah, budaya, ilmu pengetahuan, serta edukasi. Forum diskusi yang digelar di kawasan Patiayam tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan perspektif kebangsaan dengan kekayaan warisan peradaban yang tersimpan di kawasan Muria. “Pemerintah Kabupaten Kudus berharap penguatan Patiayam dapat berjalan beriringan antara upaya pelestarian, pengembangan ilmu pengetahuan, dan pemanfaatan kawasan untuk pendidikan masyarakat,” tandasnya.
Reporter: Ihza Fajar
Berita ini telah tayang di KAIFANEWS.COM
baca selengkapnya:
https://kaifanews.com/samani-dan-lestari-moerdijat-tegaskan-komitmen-lestarikan-situs-patiayam/


إرسال تعليق