Kajian mengenai asal-usul, migrasi, dan perkembangan masyarakat Austronesia merupakan salah satu bidang penelitian yang melibatkan berbagai disiplin ilmu, seperti linguistik, antropologi, genetika, dan arkeologi. Sebagai kelompok populasi yang persebarannya mencakup Asia Tenggara, kawasan Pasifik, hingga Madagaskar, masyarakat Austronesia menyimpan jejak sejarah yang kompleks dan terus menjadi perhatian para peneliti dari berbagai negara.
Dalam rangka mendorong pertukaran pengetahuan dan pengembangan kolaborasi internasional, Xiamen University menyelenggarakan Sub Forum of the 18th Cross-Strait Forum on Austronesian Studies pada 13–16 Juni 2026 di Xiamen, Tiongkok. Forum ini mempertemukan peneliti, akademisi, dan praktisi dari berbagai institusi untuk mendiskusikan perkembangan terkini kajian Austronesia melalui pendekatan multidisiplin.
Topik yang diangkat dalam forum mencakup asal-usul dan pembentukan masyarakat Austronesia dari perspektif linguistik, pemanfaatan antropologi molekuler dan DNA kuno dalam menelusuri sejarah populasi, penelitian budaya arkeologi prasejarah di kawasan Laut Tiongkok Selatan, studi perbandingan etnoarkeologi di Asia Tenggara, serta berbagai isu lain yang relevan dengan kajian Austronesia.
Salah satu rangkaian utama kegiatan adalah sesi seminar yang berlangsung pada 14 Juni 2026 di Aula Buddhist College of Minnan, Xiamen. Seminar ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai institusi terkemuka, antara lain Prof. Mark Stoneking (Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology, Jerman), Dr. Hiria Ottino (Pacific China Friendship Association, Tahiti), Dr. Alexander D. Smith (Fudan University, Tiongkok), Prof. Wei Lanhai (Xiamen University, Tiongkok), Prof. Li Jinfang (Minzu University of China, Tiongkok), Prof. Yu Jian dan Prof. Qu Shen (Fujian University of Technology dan Kunming Institute of Zoology, Chinese Academy of Sciences, Tiongkok), Dr. Ji Zhi, Dr. Zhang Ni, dan Dr. Du Yu (Xiamen University, Tiongkok), serta Prof. Deng Xiaohua dari Fujian University of Technology.
Dalam forum tersebut, Prof. Truman Simanjuntak mewakili CPAS Indonesia turut berpartisipasi sebagai pembicara dengan membawakan presentasi berjudul “Tracing the Journey of Austronesian Material Culture to Indonesia.” Presentasi tersebut membahas perjalanan dan perkembangan budaya material Austronesia menuju Kepulauan Indonesia berdasarkan berbagai temuan arkeologis, sekaligus menyoroti peran penting Nusantara dalam dinamika persebaran budaya Austronesia di kawasan Asia Tenggara dan Pasifik.
Xiamen University Tour lead by Dr. Ji Zhi.
Berbagai presentasi yang disampaikan dalam seminar menampilkan perkembangan terkini penelitian Austronesia dari beragam perspektif. Pembahasan meliputi pemanfaatan data genetika dan DNA kuno untuk merekonstruksi sejarah populasi Austronesia, hubungan linguistik antara bahasa-bahasa Austronesia dan kelompok bahasa Kra-Dai, serta kajian arkeologis mengenai persebaran budaya material, termasuk tradisi keramik di kawasan Asia Tenggara dan Pasifik. Selain itu, sejumlah narasumber juga menyoroti keberlanjutan warisan budaya Austronesia yang masih dapat dijumpai dalam praktik budaya, tradisi, dan bahasa masyarakat masa kini.
Partisipasi CPAS dalam forum ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kontribusi penelitian Indonesia dalam kajian Austronesia di tingkat internasional. Selain menjadi wadah untuk berbagi hasil penelitian dan memperluas wawasan akademik, kegiatan ini juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai institusi dan peneliti yang memiliki perhatian terhadap sejarah populasi manusia, migrasi, serta perkembangan budaya di kawasan Asia-Pasifik (Hana).


.jpeg)

Posting Komentar